Build, Buy, Customize, atau Integrate?
Empat pilihan yang sering tercampur ketika perusahaan membutuhkan sistem baru, dan kenapa custom development bukan selalu jawaban terbaik.
Ketika bisnis punya masalah, respons paling spontan dari tim teknologi sering adalah: kita bikin aplikasinya.
Saya semakin jarang memulai dari sana.
Ada setidaknya empat pilihan yang perlu dipertimbangkan: build, buy, customize, atau integrate.
Buy
Kalau masalahnya sudah umum dan market punya produk matang, membeli sering lebih masuk akal daripada membangun ulang kemampuan yang bukan competitive advantage perusahaan.
Kita membayar lisensi, tetapi juga membeli maturity, support, dokumentasi, dan pengalaman vendor menghadapi banyak kasus.
Customize
Kadang platform existing sudah memenuhi sebagian besar kebutuhan, tetapi perlu penyesuaian pada workflow, field, approval, atau reporting.
Ini bisa efisien selama customization tidak memaksa platform bekerja melawan desain dasarnya.
Integrate
Banyak organisasi sebenarnya tidak membutuhkan satu super-app.
Mereka membutuhkan beberapa sistem yang bagus di domain masing-masing dan integration layer yang membuat data mengalir dengan benar.
Di sini pertanyaan tentang ownership menjadi penting: sistem mana yang menjadi source of truth, siapa menghasilkan event, dan bagaimana failure ditangani.
Build
Custom development paling masuk akal ketika prosesnya benar-benar unik, menjadi pembeda bisnis, atau produk existing tidak mampu memenuhi kebutuhan secara wajar.
Build memberi kontrol paling besar, sekaligus responsibility paling besar.
Jangan ukur keberhasilan dari jumlah software yang dibuat
Tim engineering mudah merasa produktif ketika banyak aplikasi lahir.
Tetapi organisasi tidak membutuhkan software sebanyak mungkin. Organisasi membutuhkan operasi yang berjalan dengan lebih baik.
Karena itu keputusan teknologi yang baik kadang menghasilkan proyek coding besar.
Kadang menghasilkan integrasi kecil.
Dan kadang menghasilkan keputusan untuk membeli sistem yang sudah ada.
Semua valid selama keputusan tersebut paling masuk akal untuk bisnis.