Masuk ke R&I: Belajar Memulai dari Masalah, Bukan Teknologi
Refleksi tentang perubahan cara kerja ketika berpindah dari delivery engineering ke peran Research & Innovation yang lebih dekat dengan kebutuhan bisnis dan operasional.
Setelah bertahun-tahun bekerja sebagai engineer, technical lead, dan engineering manager, saya terbiasa melihat pekerjaan dari sisi delivery: requirement masuk, tim menyusun solusi, lalu sistem dibangun dan dijalankan.
Ketika mulai memimpin Research & Innovation, perspektif itu berubah.
Pertanyaan pertama bukan lagi, “teknologi apa yang bisa dipakai?” tetapi “sebenarnya masalah apa yang ingin diselesaikan?”
Riset bukan katalog teknologi
Sangat mudah membuat tim R&I sibuk mencoba database baru, framework baru, AI baru, atau platform baru. Semua terlihat produktif. Demo bisa dibuat. Presentasi terlihat menarik.
Tetapi organisasi tidak mendapatkan nilai dari banyaknya proof of concept. Organisasi mendapatkan nilai ketika riset membantu sebuah keputusan.
Apakah teknologi ini perlu dipakai? Apakah masalahnya cukup penting untuk diselesaikan sekarang? Apakah solusi existing sebenarnya sudah cukup? Apa risiko operasionalnya? Siapa yang akan menggunakan hasilnya?
Pertanyaan-pertanyaan itu terasa lebih sederhana daripada coding, tetapi justru lebih menentukan.
Mulai dari bagaimana pekerjaan benar-benar dilakukan
Saya semakin sering memulai diskusi dengan memetakan proses nyata: siapa yang melakukan pekerjaan, siapa yang menyetujui, data berasal dari mana, apa yang terjadi ketika proses gagal, dan informasi apa yang dibutuhkan manajemen.
Dari situ teknologi menjadi lebih mudah ditempatkan.
Kadang jawabannya aplikasi baru. Kadang hanya workflow approval. Kadang integrasi. Kadang perubahan proses. Dan kadang keputusan terbaik adalah tidak membangun apa pun.
Peran engineering ikut berubah
Engineer yang memahami konteks operasional akan membuat keputusan yang berbeda dari engineer yang hanya menerima spesifikasi.
Mereka mulai bertanya tentang ownership data, audit trail, exception, failure recovery, dan siapa yang bertanggung jawab ketika sistem menghasilkan kondisi yang tidak ideal.
Bagi saya, inilah salah satu perubahan terbesar ketika masuk ke R&I: teknologi tetap penting, tetapi ia berhenti menjadi pusat pembicaraan.
Pusatnya kembali ke operasi bisnis dan keputusan yang perlu dibuat.
Dan mungkin itu juga definisi riset yang paling berguna bagi organisasi: mengurangi ketidakpastian sebelum perusahaan menginvestasikan waktu, uang, dan energi terlalu jauh.